Ibarat kau cium kepala ular
beracun yang mematikan. Yaaa!! seperti
itulah kenyataan nya,belajar dari setiap pengalaman yang terjadi untuk menjadi yang lebih
baik,menjadi orang yang lebih berguna untuk orang-orang disekitarmu. semua itu
tidak harus menjadi hambatan namun berusahalah tegar menerima. Syukuri apa yang
kalian punya sekarang ambil segi positif. Ingat!! tuhan memberikan cobaan
kepadamu tidak lain hanya untuk menguji dirimu dan tuhan telah meminimalisir
tentang ujian apa yang ia berikan untukmu. Jangan memandang seberapa besar kekayaan keluargamu namun bagaimana kalian
pintar untuk mensyukurinya. Belajar meng-iklaskan sesuatu itu memang sulit
sekali namun jika tidak di mulai dari sekarang ,kapan lagi kalian akan
belajar..!! hargai sekitarmu,maka kau akan dihargai sekitarmu pula!!
Sungguh tidak terasa hampir 3
tahun lalu ,waktu terasa cepat sekali berlalu. Masih ku ingat ketika itu,
diakhir January tahun ke 11 diabad ke-20,menjadi mahasiswa semester tiga di
universitas negeri favorit disemarang . Haruskah aku sedih dan akhirnya gembira
atau gembira terlebih dahulu hingga akhirnya harus bersedih. Betapa tidak!!,keinginanku sejak dahulu telah
orang tua berikan untukku ,masih jelas kuingat ketika duduk di sekolah menengah
atas “aku hanya bisa menuntut ke orang tua”,hanya bisa meminta dengan sindiran-sindiran
yang bila ku diposisi orang tua pasti
akan sangat pedih,hingga suatu ketika ku ciptakan sebuah lagu yang berjudul
‘motor baru’.haha Sadar diakhir januari
itulah hal yang sangat memukulku keras sekali.. keinginan yang selama ini telah
didepan mata telah runtuh seketika.
Allah berikan cobaan yang tak
pernah kuduga ,dan dari itu semua aku belajar banyak sekali hal-hal yang
Alhamdulillah telah sedikit banyak menyadarkanku. Bangkit dari Kecintaan dengan
sesuatu yang teramat sangat itu ternyata susah sekali,seperti beranjak dari
angka 0 langsung ke angka 3, move on nya susah.hehe iyaa,sebelumnya emang aku orang yang kurang
menerima akan sesuatu,sangat banyak mengeluh masi gengsi-gengsi an,namun kini
model-model pemikiran seperti itu
Alhamdulillah sudah teratasi. Aku lebih pintar untuk mengatur semua berfikir
dewasalah setidak-tidaknya. Seperti kata
PLATO dia berkata “perilaku manusia itu
pada dasarnya merupakan rangkaian dari tiga sumber : KEINGINAN,EMOSI,dan
PENGETAHUAN nya”. Maka dari itu kita harus pandai-pandai mengatur ketiga
rangkaian itu.
Diakhir January Ketika itu aku
dibelikan motor baru oleh orang tua ku,meski g mahal tapi lumayan bersuara uangnya,hampir
20 juta lah. Motor Honda MP tahun 2009
barangnya masih bagus banget.. dan serah terima uangnya ada didepan mataku
sendiri ,uang beberapa kepok banyaaaaaak banget. Aku sempat mikir merasa
sia-sia sekali,buat makan keluarga aja, buat biaya pendidikan aja,atau buat
nambah-nambahin tabungan keluarga aja, namun tidak apalah itu juga untuk
sarana. Masih ingat itu di hari minggu
siang dan keadaannya mendung,setelah beres transaksi lalu pulang kerumah dan
senin pagi aku berangkat ke semarang dengan MP itu, dan dihari selasanya betapa malang nya nasib, sekitar setelah
magrib ku tinggal mandi ,sehabis mandi motor nya sudah hilang di garasi
kos-kos’an diambil pencuri komplotan curanmor. Aku bingung kayak orang
bego,bego banget seperti tidak percaya. Selama bertahun-tahun keinginanku sudah
dipenuhi dan hanya cukup 3 hari ku terima ,ya allah betapa nasib sial
mengahampiri,maaf karena saat itu aku jadi sombong. Aku langsung menuju kantor polsek dikecamatan
tempatku tinggal. Kemudian telpon mama ku. Aku cerita ke beliau dan dengan nada
sederhana ia menyuruhku langsung pulang rumah. Dan berpesan agar “jangan ke dukun
atau ke orang-orang yang tidak jelas,pokoknya cepet pulang! “katanya. Rabu aku pun pulang ama temen ku naik
bus,”itu prtama kalinya naik bus semenjak kuliah.
Sungguh salut sekali betapa
santai nya orang tua ku ,seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka pasrah dengan
pak polisi untuk menjalankan tugasnya. Ayah telpon teman nya yang dikodam untuk
bantu nyari dan hasilnya nihil. Tak ada cara lain selain menunggu kabar dari
kepolisian. Orang tuaku memang orang
yang sangat kental beragama,keluarga besar kami termasuk orang yang sangat taat
beragama,kita (generasi penerusnya) dididik juga seperti beliau.. Beberapa bulan ke depan
aku down sekaali,saat itu waktu liburan semester ,aku seperti berada dititik
nol (0),untuk makan aja g pernah
nafsu,jarang ngomong dan untuk keluar kamar aku g berani,apalagi keluar
rumah. Sama halnya diberi kepercayaan dari orang tua dan aku tidak menjalankannya.
Seperti orang asing dikeluarga. Terpukul sekali
tidak tau harus berbuat apa,sering buka google bila ada info curanmor tertangkap.
Dan suatu ketika aku seperti
dapat hidayah berfikir bahwa ‘kenapa aku ini,aku harus bangkit ,aku tidak boleh
seperti ini,orang tua ku yang merasa punya uangnya aja g pernah ngeluh mereka
iklas-iklas saja ,kenapa aku seperti ini. Lagian cuma harta,gampang dicari kita
harusnya pintar-pintar bersyukur. Perumpamaan bahasa jawa nya “harta itu
Cuma titipan,nyawa hanya gadean,pangkat
hanya sampiran.”semua itu sementara bakal kembali kepada yang diatas, jika
allah “ mengkehendaki jadi maka jadilah.’ Aku harus memutar otak untuk ke depan,tidak
boleh ngeluh lagi. Aku percaya bahwa semua ujian ini ada maksudnya,semuanya
sudah dipertimbangkan yang diatas menguji ku,dan semua nya itu memang sudah
diminimalisir resiko nya ,maksudnya mungkin jika aku masi ada motor itu aku
jadi ugal-ugalan, karena kecepatannya aku bisa sering kecelakaan hingga
meninggal,atau bisa saya aku menjadi pribadi yang munafik,tambah gag mau
bersyukur,sombong dan masi banyak lagi. Makanya allah memberikan jalan yang
berbeda dengan pemikiran kita.” Allah tidak memberi apa yang kita
inginkan,namun apa yang harusnya kita butuhkan.”karena ia sayang dengan kita.
Dan yang semakin membuatku
bangkit adalah ketika suatu saat aku bertukar pesan singkat dengan temanku
wanita(ia lumayan dekat denganku) sekedar Tanya-tanya kabar lah,,inginku cuma
berbagi cerita ;
Aku ; holla-holla ,gimana kabarnya?
Dia; buruk nih, :’(
Aku : emang kenapa ?,kox sama, aku juga lagi buruk.
Seburuk-buruknya kamu pasti masih buruk kabarku.hehe “kataku polos
Dia; emangnya apa yang sedang kamu alami.? Katanya
Aku;aku abis kehilangan motor,belum lama ini.” Kataku
Dia ;oohh,,baru kehilangan motor saja ,aku baru aja
ditinggalin orang yang paling ku sayangi didunia ini yaitu ibukku”katanya pake
emot nangis.
dan aku kayak orang bego lagi,ngerasa maluuu sekali lalu berfikir
‘ternyata yang ku alami belum ada apa-apanya dari yang dialami temen ku.’ Lalu
ku balas pesannya “turut berduka cita
ya,maaf aku g bermaksud begitu. Yang sabar yaa.”
Oh,kenapa aku seperti ini ,aku baru diberi cobaan begini aja
udah down,temen ku yang kehilangan ibuknya harus mencoba tegar,kenapa aku yang
Cuma kehilangan harta seberapa aja udah
seperti ini. Harusnya aku bersyukurkan, masih diberi keutuhan, aku dan
keluargaku tidak kenapa-kenapa. Pastinya jika kalian atau temen ku suruh milih
antara kehilangan ibuk atau uang 50 juta ,pasti kalian ataupun tmen ku akan milih kehilangan uang 50 juta saja
akan tetapi masih memiliki ibuk. Nah seperti halnya itu, Kenapa kok aku
begini,aku harus’e tetap bersyukur. iklas ,Alhamdulillah aku masi diberi cobaan
yang terbilang masih mudah dilalui dibanding temen ku.
Banyak banget yang bisa diambil dari
semua kejadian-kejadian yang menimpa kita,jangan pernah berkecil hati bahwa
semua itu pasti ada maksud dan tujuan nya ,jangan pernah mengeluh, yang baru
kita alami belum seberapa dibanding dengan apa yang dialami sodara2 kita masih
ada yang lebih parah. Syukuri apa yang
sekarang allah berikan kepada kita,jangan pernah menuntut atau sombong. Slalu iklas menerima segala
sesuatu.
Terima kasih ya allah telah sedikit banyak menyadarkanku akan semuanya,terima
kasih pula telah memberikan ujian yang menjadikanku menjadi lebih baik. Lebih
mengerti arti bersyukur, iklas dan bersabar serta banyak lagi hikmah yang
tersimpan didalamnya.