Dari pertemuan yang singkat dan waktu yang tak pernah ku permasalahkan.
Disana pertama ku mengenalmu diantara kerumunan.
Begitu cepat, iya sangat begitu cepat tuhan ijinkan semua.
Hingga waktu sangat egois tak mampu ku redam.
Seperti kupu belajar terbang ku mengenalmu.
Pernahkah Kau absen dalam hariku?
Tak pernah jawabku lantang.
Inikah penantianku.
Oh, Tuhan sangat baik membuat ini semakin dalam.
Sedalam matahari tenggelam dibarat lautan.
Tak pernah letih tuk saling memahami
Meski terkadang kau sulit mengartikan.
Bukan sebatas ocehan-ocehan yang selalu kita perbincangkan,
Tak pernah mengeluh menghadapimu.
Mengalah lebih indah daripada tak menentu.
Dan kau beranggapan itu salah dan tidak kubenarkan.
Aku mencintaimu karena agamamu.
Cara mu menyembah tuhanku dan aku menyukaimu.
Tak meminta kembali terjebak dalam masa lalu.
Akan selalu dipertahankan dan diperjuangkan.
sebab kita satu.