Jumat, 26 September 2014

Hidup hanya sementara

hello semua, kali ini pengen merenungkan apa yang telah terjadi dari aku lahir sampai sekarang menulis kata ini. tidak terasa semua berputar begitu cepat, yang aku merasa kemarin baru duduk di bangku pojok Sekolah Dasar, kini sudah menjadi seorang yang bergelar S.Pd. yah pastinya semakin besar tantangan kedepan, siap tidak siap harus kupersiapkan dari sekarang. Seperti mimpi saja dirasa, memang semua yang hidup didunia ini hanya sementara. yang jelas tingkah laku dan sifat harus menyesuaikan dengan tanggung jawab yang dibebani sekarang.
jika dapat memilih enak jadi anak-anak, hanya bermain dan bermain saja, ketika ku melihat keponakan yang berlari kesana kemari tanpa memikirkan nanti harus berbuat apa, bermain terus kayak crita barat peterpan and tingkle bell..hahaa. nanti gag lama pasti dituntut untuk berumah tangga dan memulai  keluarga baru, pastinya lebih dari apa yang dirasakan sekarang. ya Allah, hambamu hanya bisa berencana dan engkau yang menentukan sepenuhnya. yang jelas aku akan berjuang berusaha dan berdoa padamu untuk masa depanku.

Senin, 16 Juni 2014

Masalah lagi lalu masalah yang sama lagi

Hubungan yang tidak singkat lagi dan selalu kembali ke permasalahan yang sama. Marah lagi dan selalu saja marah, lalu akhirnya ngambek. aku harus bilang berapa kali supaya mengerti, kau bilang aku yang nggak mengerti prasaanmu, oke. anggap saja begitu tetapi bukan karena kamunya yang sensinan atau ngambek'an kah? sifatmu belum bisa mengontrol emosi, dan seakan kamu selalu benar dan selalu benar. ujung2nya yang diomongin itu2 saja cuma semu hanya kebenaranmu dan kebenaranmu yang selalu benar. lihat sekelilingmu pahami dlu sudahkan benar begitu, kalem dinginkan dulu pkiranmu jangan cuma sembarang ucap. hanya cuma persoalan sms dan penyampaian dipermasalahkan, padahal juga wajar-wajar saja apa aku harus memperhatikanmu selalu biar kamunya merasa disayangi trus, ohhh no no no'. bukan begitu cinta berlabuh, butuh proses untuk lebih baik. sewajarnya ada kalanya untuk berbagi dan ada kalanya untuk membuatmu mandiri. mengalah sering aq mengalah tapi masih tetap saja sama, ya kau anggap akunya yang memulai akunya yang tetap mengulang kesalahan yang sama, oke nggak apa2 terusin saja begitu penuhi kepalaku dengan judge2 mu yang seperti itu,aku rela. namun sudah dewasa harusnya bisa memilih milih interpretasi kalimat aja belum bisa. percuma saja apa yang kusampaikan padamu selama ini, jika kamu nya masih tetap sama seperti ini. sabar selalu sabar aku membimbingmu, perlu banyak cobaan agar semua indah pada waktunya. tapi jika dasarnya sifatmu seperti itu, apakah bisa semua dilewati dengan tanpa beban?tanyaku.'
apakah selalu begini cinta itu, kau anggap aku egois tapi apakah kamu tidak egois? kamu memang perhatian tapi pengertianmu itu yang kurang. ku lebih menyukai pengertianmu, pengertianmu yang mengerti karakterku dan posisiku saat ini. susah senang dilewati bersama tapi pada akhirnya apa, selalu saja permaslahan yang sama, denger kata g enak dikit aja langsung nyangkut diperasaan, lalu masuk ke pikiran mikir macem-mecem akhirnya menjudge seenakmu akhirnya marah ngambek setelah ngambek jadi murung pendiem dan selalu saja aku yang memulai untuk menjelaskan meski kamunya yang sensinan, harusnya interpretasi dulu kata2 atau kalimat yang mok dengar, wajarkah kamu marah, wajarkah kamu berlaku begitu. dilihat konteksnya bagaimana. aku ngerti, lama-lama pasti kamu merasa capek dengan ku, yang selalu begitu begitu dan begitu coba melihat diri sendiri dulu, bagaimana sifatmu itu jangan seenaknya mengarang indah. tapi meski semuanya begitu adanya tak pernah sayangku berkurang padamu, tulus ku mencintaimu dari awal hingga berakhirnya senja beserta rinduku yang selalu menyelimuti tubuhku tetap menjadi milikmu, hingga tuhan mempertimbangkan bagaimanakah semua ini berjalan.
                                                                              i love you. :*

Rabu, 04 Juni 2014

Mengejar atau dikejar.

akhirnya tiba di bulan juni, sungguh tidak terasa waktu merangkak. awalnya kita mengejar waktu dan kini akhirnya waktulah yang kemudian mengejar kita.

  • Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu -  (Nabi Muhammad Saw)
dan kini memang seperti itulah kenyataannya, wisuda juni lewat lagi dan inginku mengikuti sm3t terancam gagal, lihat aku  seperti ini kembali dikejar waktu. namun jika memng ini sudah nasib ya mau gimana lagi. ku syukuri apa adanya.tetap melangkah dan selalu berdoa pada yang maha esa untuk diperlancar semua. dan dapat disimpulkan lebih baik ,mengejar dari pada dikejar.oooh waktu.

Kamis, 06 Februari 2014

Kamu dan aku, begitu juga kita.

Dari pertemuan yang singkat dan waktu yang tak pernah ku permasalahkan.
Disana pertama ku mengenalmu diantara kerumunan.
Begitu cepat, iya sangat begitu cepat tuhan ijinkan semua.
Hingga waktu sangat egois tak mampu ku redam.
Seperti kupu belajar terbang ku mengenalmu.
Pernahkah Kau absen dalam hariku?
Tak pernah jawabku lantang.
Inikah penantianku.

Oh, Tuhan sangat baik membuat ini semakin dalam.
Sedalam matahari tenggelam dibarat lautan.
Tak pernah letih tuk saling memahami
Meski terkadang kau sulit mengartikan.
Bukan sebatas ocehan-ocehan yang selalu kita perbincangkan,
Tak pernah mengeluh menghadapimu.
Mengalah lebih indah daripada tak menentu.
Dan kau beranggapan itu salah dan tidak kubenarkan.

Aku mencintaimu karena agamamu.
Cara mu menyembah tuhanku dan aku menyukaimu.
Tak meminta kembali terjebak dalam masa lalu.
Akan selalu dipertahankan dan diperjuangkan.
sebab kita satu.