Ketika itu menghampiri memang bukan de javu merayu. Bukan tentang kesetiaan lagi bahkan dahan yang tertimpa embun pun bakal melayu. Ada burung gagak menari diantara pohon leban, kumbang yang awalnya bertanduk mematung dimana memang benar katanya. Dia yang dikenal menjadi orang lain dan entah mengapa kabar lalu datang bak pelangi setengah berdatangan. Masih Ti' pande, mun siluet dari ujung balik pepohonan ara sangat menarik tetapi tidak akan mengubah apapun karena memang hujan pasti akan turun cepat malam ini. Sudah berandai semoga saat nanti turun gagak tadi berlarian menjauh dari rumah. Aku bergegas dibalik selimutku karena memang de javu merayu lagi. Penggaris darinya tak bisa ditawar aku aku kamu dan kamu bahkan mereka ataupun serpihan kaca tertinggal sedikit memaksa. Pergilah sayang pakai kerudungmu bawa kantong buah ini untuk bekalmu, biar aku jaga rumah hingga parasku menua. Jangan menghadap kebelakang lagi memang inginmu diantara keramaian tidak mungkin panas ini akan membunuh karena tebal dagingku.
..... Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar